Saturday, July 4, 2015

Santap Cacing Tambelo Ala Suku Kamoro Papua

Suku Kamoro di Timika Papua, ada tradisi unik dari suku kamoro yaitu makan cacing tambelo. Walaupun ada juga makanan unik lainnya berupa ulat sagu. Cacing tambelo adalah cacing yang hidup di dalam kayu lapuk di hutan bakau di Timika Papua. Suku Kamoro memang tinggal di dataran rendah dekat pantai. Oleh karena itu, mereka menjadikan cacing tambelo ini sebagai makanan pokok mereka.

Cacing tambelo ini biasa mereka makan mentah mentah. Cacing tambelo ini bentuknya seperti tentakel cumi-cumi.  Tradisi unik ini biasanya diadakan dalam festival suku Kamoro, dalam festival suku kamaro ini biasanya diiringi tarian dan makan makanan lainnya dari hasil laut dan darat diiringi tabuhan gendang tifa.


Gambar gelondongan kayu lapuk dibelah oleh anggota suku kamoro sambil diambil cacing tambelonya.
Begitu kayu terbelah, tampak kayu sudah berlubang-lubang. Di dalam lubang inilah cacing tambelo bersarang. Tinggal dicungkil dan ditarik, maka cacing tambelo bisa langsung diambil. Biasanya ada puluhan cacing tambelo yang ditarik dari lubang kayu dan berpindah ke baskom yang sudah disediakan. Tubuh mereka berbalut lumpur dan lantas dicuci di baskom itu.




Bagaimana cara memakan cacing tambelo ini? caranya pegang kepalanya, angkat tinggi-tinggi di atas mulut, masukan ke mulut sambil dikunyah pelan mulai dari buntutnya. Tapi sebelumnya cacing tambelo ininya sudah direndam di air jeruk nipis, jadi tidak perlu takut jijik kata mereka. Nyami Cacing tambelo ini dengan mudah masuk ke dalam perut seperti makan seafood seperti cumi. Cacing tambelo ini merupakan makanan pembangkit vitalitas pria.  Cacing tambelo dan ulat sagu adalah makanan khas yang mungkin hanya mudah dijumpai saat Festival Kamoro. Jadi, jangan lewatkan makanan ini kalau Anda traveling ke Timika Papua.

Demikian postingan Santap Cacing Tambelo Ala Suku Kamoro Papua dibuat, jika ada sahabat saya dari papua yang ingin menambahkan atau ingin menyumbang tulisan di blog Etnics ini, dengan senang hati saya terima.


0 comments:

Post a Comment