Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2015

Sejarah Nama Sumatera

Nama pulau Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah pulau ameh kita jumpai dalam cerita Cindur Mata dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau mereka yang besar itu. Pendeta I-tsing (634-713) dari Cina, yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut pulau Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.


Peta dari Munster 1550 yg dimuat di Atlas Ptolemys (www.swaen.com)


Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa.

Para musafir Arab menyebut pulau Sumatera dengan nama Serendib (tepatnya: Suwarandib), transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib. Cuma entah kenapa, ada juga orang yang mengidentifikasi Serendib dengan Srilanka, yang tidak pernah disebut Suwarnadwipa.

Di kalangan bangsa Yunani purba, Pulau Sumatera sudah dikenal dengan nama Taprobana. Nama Taprobana Insula telah dipakai oleh Klaudios Ptolemaios, ahli geografi Yunani abad kedua Masehi, tepatnya tahun 165, ketika dia menguraikan daerah Asia Tenggara dalam karyanya Geographike Hyphegesis. Ptolemaios menulis bahwa di pulau Taprobana terdapat negeri Barousai. Mungkin sekali negeri yang dimaksudkan adalah Barus di pantai barat Sumatera, yang terkenal sejak zaman purba sebagai penghasil kapur barus.

Naskah Yunani tahun 70, Periplous tes Erythras Thalasses, mengungkapkan bahwa Taprobana juga dijuluki chryse nesos, yang artinya ‘pulau emas’. Sejak zaman purba para pedagang dari daerah sekitar Laut Tengah sudah mendatangi tanah air kita, terutama Sumatera.

Di samping mencari emas, mereka mencari kemenyan (Styrax sumatrana) dan kapur barus (Dryobalanops aromatica) yang saat itu hanya ada di Sumatera. Sebaliknya, para pedagang Nusantara pun sudah menjajakan komoditi mereka sampai ke Asia Barat dan Afrika Timur, sebagaimana tercantum pada naskah Historia Naturalis karya Plini abad pertama Masehi.

Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9, diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau. Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s. berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-Na fiha).

Di manakah gerangan letak negeri Ophir yang diberkati Allah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir itu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di sanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s.


Sumatra oleh Valentijn 1726 (www.swaen.com)

Lalu dari manakah gerangan nama “Sumatera” yang kini umum digunakan baik secara nasional maupun oleh dunia internasional? Ternyata nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau. Sama halnya dengan pulau Kalimantan yang pernah disebut Borneo, dari nama Brunai, daerah bagian utara pulau itu yang mula-mula didatangi orang Eropa.

Demikian pula pulau Lombok tadinya bernama Selaparang, sedangkan Lombok adalah nama daerah di pantai timur pulau Selaparang yang mula-mula disinggahi pelaut Portugis. Memang orang Eropa seenaknya saja mengubah-ubah nama tempat. Hampir saja negara kita bernama “Hindia Timur” (East Indies), tetapi untunglah ada George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan yang menciptakan istilah Indonesia, sehingga kita-kita ini tidak menjadi orang “Indian”! (Lihat artikel penulis, “Asal-Usul Nama Indonesia”, Harian Pikiran Rakyat, Bandung, tanggal 16 Agustus 2004, yang telah dijadikan salah satu referensi dalam Wikipedia artikel “Indonesia”).

Peralihan Samudera (nama kerajaan) menjadi Sumatera (nama pulau) menarik untuk ditelusuri. Odorico da Pardenone dalam kisah pelayarannya tahun 1318 menyebutkan bahwa dia berlayar ke timur dari Koromandel, India, selama 20 hari, lalu sampai di kerajaan Sumoltra. Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di kerajaan Samatrah. Pada abad berikutnya, nama negeri atau kerajaan di Aceh itu diambil alih oleh musafir-musafir lain untuk menyebutkan seluruh pulau.

Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah sekitar Samudera Hindia dan di sana tertulis pulau Samatrah. Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro tahun 1498 dan muncullah nama Camatarra. Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama Samatara, sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama Samatra. Ruy d’Araujo tahun 1510 menyebut pulau itu Camatra, dan Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya Camatora. Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak ‘benar’: Somatra. Tetapi sangat banyak catatan musafir lain yang lebih ‘kacau’ menuliskannya: Samoterra, Samotra, Sumotra, bahkan Zamatra dan Zamatora.

Catatan-catatan orang Belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen van Linschoten dan Sir Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatra. Bentuk inilah yang menjadi baku, dan kemudian disesuaikan dengan lidah kita: disebut "Sumatera".

Ref:
Nicholaas Johannes Krom, “De Naam Sumatra”, Bijdragen tot de Taal-, Land-, en Volkenkunde, deel 100, 1941.
William Marsden, The History of Sumatra, Oxford University Press, Kuala Lumpur, cetak ulang 1975.

Sumber tulisan :
http://irfananshory.blogspot.com/2007_05_01_archive.html (6 April 2009)

Kamis, 06 Agustus 2015

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional

Tujuan peringatan Hakteknas selain untuk menghargai keberhasilan putra-putri Indonesia dalam memanfaatkan, menguasai, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta untuk memberi dorongan kepada mereka untuk terus menerus membangkitkan daya inovasi dan kreasi guna kesejahteraan dan peradaban Indonesia. Dengan menunjukkan hasil karya iptek, Hakteknas juga menjadi momentum untuk memberikan pertanggung-jawaban publik terhadap segala hal yang telah dilakukan oleh komunitas iptek dengan sumberdaya yang diberikan oleh rakyat Indonesia.




Peringatan Hakteknas yang merupakan tonggak sejarah kebangkitan teknologi ini berawal dari penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung. Hasil karya anak bangsa ini menjadi bukti bahwa negara kita telah berhasil menumbuhkan inovasi dan jiwa mengembangkan iptek nasional. Hal ini membuktikan betapa pentingnya menanamkan perhatian, minat, dan kesadaran bangsa Indonesia terhadap pengembangan iptek dalam pembangunan nasional yang berkesinambungan

Setelah 20 tahun berlalu sejak terbangnya N-250 tersebut, semangat dan jiwa kebangkitan teknologi akan diterapkan pada bidang-bidang yang merupakan ranah iptek dan inovasi. Untuk itu setiap tahun ditetapkan tema dan sub tema yang relevan dengan tuntutan masyarakat tentang kiprah iptek dan inovasi.

Peringatan Hakteknas ke-20 ini juga merupakan ajang penghargaan kepada para peneliti dan perekayasa yang sangat berprestasi dan produktif di bidang iptek. Selain itu juga memberikan penghargaan bagi para aktor Sistem Inovasi Nasional, yaitu untaian ABG, akademisi (academician, A, sebagai penghasil iptek), swasta (business, B, sebagai pengguna iptek) dan pemerintah (government, G, selaku penumbuh iklim inovasi). Para aktor inilah yang telah berprestasi luar biasa dalam memacu tumbuhnya inovasi.

Pelaksanaan Hakteknas ke-20 juga merupakan sarana koordinasi semua jajaran pemangku kebijakan dan kepentingan secara nasional, dalam rangka meningkatkan semangat kreativitas dan inovasi teknologi untuk kemajuan bangsa. Selain itu, dalam peringatan Hakteknas ke-20 ini, juga akan ditampilkan berbagai hasil inovasi komunitas iptek dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

http://www.ristek.go.id

Selasa, 07 Juli 2015

Peta Jalur Mudik Lebaran 2015

Idul Fitri tanggal 18 Juli 2015 tinggal dalam hitungan hari kedepan, seluruh umat muslim yang ada di Indonesia akan segera menyambut Hari Raya Idul Fitri 2015/1436H bersama keluarga, terutama mereka yang diperantauan dan ingin mudik pulang kampung untuk merayakan lebaran idul fitri 2015 bersama sanak saudara di kampung halaman.

Walau disaat hari libur besar seperti lebaran idul fitri dan cuti bersama, mungkin sebagian orang memilih untuk menghabiskan liburan bersama keluarga dirumah atau bertandang kerumah sanak saudara terdekat. Namun tentunya tidak demikian dengan sebagian lainnya yang biasanya suka mudik pulang kampung halaman.

Seiring dengan datangnya Lebaran, libur panjang serta cuti bersama, maka kegiatan mudik pun menjadi salah satu kegiatan tahunan yang selalu rutin dilakukan oleh sebagian besar warga Indonesia tanpa kecuali, dari Sabang hingga Merauke. Tidak perduli status pekerjaan mereka.

Bagi mereka yang telah terbiasa melakukan kegiatan mudik, maka tentu perjalanan dengan rute berliku yang jauh pun tak akan menjadi kendala yang berarti. Namun bagi mereka yang masih pemula atau mungkin baru pertama kali melakukan mudik, tentu setidaknya memerlukan peta jalur mudik sebagai pegangan sekaligus panduan dalam perjalanan sehingga acara perjalanan mudik Anda bersama keluarga menjadi lancar, aman dan nyaman hingga sampai tujuan.

Untuk itu diperlukan navigasi dalam melalui rute dan perjalanan mudik anda biar tidak tersesat atau ketemu macet dijala. Ada aplikasi bertebaran didunia maya, entah bawaan google berupa google map atau GPS dari provider telekomunikasi. Ada beberapa tools yang bisa dijadikan petunjuk arah perjalanan anda selama dalam perjalanan, peta rute mudik lebaran 2015 ini bisa anda dapatkan melalui :

Pantau Jalur Mudik 2015 Via Google Maps

Walau versi lama karena versi terbaru 2015 belum di rilis, namun aplikasi Pantau Jalur Mudik ini masih sangat berguna untuk melihat keadaan beberapa kota dan wilayah lengkap dengan panduan titik-titik kemacetan yang harus dihindari, fasilitas publik seperti rumah sakit, pom bensin, hotel, masjid, jalan tol, warung makan dan sebagainya khusus untuk wilayah Jawa. Untuk mengaksesnya Anda bisa langsung menuju ke Pantau Jalur Mudik Google Maps yang beralamat pada url berikut:

https://www.google.com/maps/d/viewer?mid=zaH6KCyWw7Nc.ktnAUTuzJZ2Q&hl=en_US

Peta Jalur Mudik Offline via RTTMC ( Road Transport And Traffic Management Center )

Road Transport And Traffic Management Center (RTTMC) memberikan rute jalur mudik berbentuk image atau gambar yang bisa Anda buka dan simpan di dalam perangkat komunikasi Anda. Silakan Anda buka alamat url berikut yang dikhususkan peta jalur mudik sumatera dan jawa :

 

Buat yang ingin memantau peta jalur mudik 2015 secara online anda bisa mengunjungi situs berikut :

Demikianlah semoga bermanfaat dan selamat selama dalam perjalanan hingga ke tempat tujuan.

Senin, 08 April 2013

Women In World War

World War Two was a man's war. Perhaps if women had been in charge there would have no war at all. Any way....

But women did play a significant role during the war. The war production factories in America and Britain had largely women working in them. In Russia too women manned factories which churned out tanks, guns and warplanes with which Stalin's army fought the Germans. Also Russian women played a big part in the conflict zones not only as nurses but also as soldiers. Especially in Stalingrad.

Below is a photo album which shows women in WW2....

Lyudmila Pavlichenko, the Russian woman sniper with 500 Germans kills under her belt.

LYUDMILA PAVLICHENKO
Lyudmila Pavlichenko sniped a confirmed 309 Axis soldiers, including 36 German snipers, during WWII. While most of the world shied away from putting women on the front line, the Soviet Union did not, including recruiting about 2000 women as snipers during WWII, one of which turned out to be one of the most successful snipers in history, Lyudmila Pavlichenko. She still holds the record for the highest confirmed kill total of any female sniper in history.
http://www.todayifoundout.com/i

Leni Riefenstahl, the German film maker whose "Triumph of Will" became the chief propaganda tool for the Nazis. The Economist wrote that "Triumph of the Will "sealed her reputation as the greatest female filmmaker of the 20th century"
LENI RIEFENSTAHL
Reni Liefenstahl (August 22, 1902 – September 8, 2003) was a German film director, actress and dancer widely noted for her aesthetics and innovations as a filmmaker. Her most famous film was Triumph of the Will, a documentary film made at the 1934 congress in Nuremberg of the Nazi Party. Riefenstahl’s prominence in the Third Reich, along with her personal association with Adolf Hitler, destroyed her film career following Germany's defeat in World War II, after which she was arrested but released without any charges.
With Hitler facing a soldier shortfall, women were conscripted. Here German women train in the Luftwaffe. November 1944.
Japanese women in a ammunition factory in Japan in 1941
Soviet women partisans fight the Germans
Women Jewish resistance fighters captured by the Germans during the Warsaw Ghetto Uprising, 1943
American nurses land on the Normandy beach in July 1944

 Women soldiers in Chuikov's Sixty Second Army which defended Stalingrad from the German assault in 1942-43

 German women man anti-aircraft guns


 Polish women soldiers on way to meet the German invaders in September 1939

 German soldier lead Polish women to their execution site

Beasts may be be female too. SS women guards at the Bergen-Belsen Concentration camp after the Allies over-ran it.
 

Source

Jumat, 22 Februari 2013

Pembunuh Anak Selo Nababan Ternyata Perempuan

Tersangka Santi Magdalena br Manurung (39) yang diduga menculik dan membunuh bocah Selo Nababan juga memiliki seorang anak kecil berusia 8 bulan. Polisi masih menyelidiki motif pelaku hingga tega menculik dan membunuh korban.

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro menyatakan, status tersangka yang juga memiliki anak kecil ini memunculkan pertanyaan bagaimana dia tega membunuh Selo yang masih berusia empat tahun. Itu sebabnya kejiwaan Santi akan diperiksa.

"Dia kan punya anak bayi juga. Saya tidak mengerti juga bagaimana perasaannya. Dia kan melahirkan anak, masak tega dia. Kondisi kejiwaannya akan kita periksa," kata Wisjnu kepada wartawan, Jumat (22/2/2013) di Mapolres Deli Serdang di Lubuk Pakam.



Saat ditangkap pada Kamis (21/2/2013) Santi dan suaminya Amon Sitinjak (41) turut membawa anak mereka ke Polres Deli Serdang. Namun menjelang tengah malam, anak yang masih menyusu pada ibunya itu dijemput keluarga untuk dibawa pulang.

Santi dan suaminya Amon Sitinjak (41) ditangkap Polres Deli Serdang di rumahnya pada Kamis (21/2/2013) sore. Mereka merupakan tetangga keluarga korban di Dusun VII, Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Santi yang diduga menjadi pelaku utama dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Selo Nababan (4) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan suaminya masih berstatus saksi.

Selasa, 19 Februari 2013

Ikan Belido Atau Ikan Belida (Notopetrus Chitala HB)

Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing dengan nama ikan Belida (ada yang menyebutnya Belido). Apalagi para penggemar kuliner Pempek Palembang berikut kremesannya berupa kerupuk kemplang dan lain-lain. Menurut masyarakat Sumatera Selatan, Belida artinya makhluk yang pandai berdiplomasi (be = punya, lida = lidah, pandai bersilat lidah). Tapi ternyata ikan asli Indonesia ini Semarang sudad diambang kepunahan, sebabnya selain konsumsi terhadap ikan ini semakin meningkat, upaya konservasi masih sangat kurang.

Istilah Indonesia: Belida, Lopis, Balida, Belido

Nama: Belida (Notopetrus Chitala HB)
 
Ciri-ciri:
Berukuran sedang, panjang maksimum 100 cm dan berat rata-rata 0,5-1 kg, di alam asli bisa mencapai 2 - 4 Kg. Bentuk badannya pipih dengan kepala yang berukuran kecil dan di bagian tengkuknya terlihat bungkuk. Rahang atas letaknya jauh di belakang mata. Badan tertutup oleh sisik yang berukuran kecil. Sisik di bagian punggungnya berwarna kelabu sedangkan di bagian perutnya putih keperakan.

Pada bagian sisinya terdapat lingkaran putih seperti bola-bola hitam yang masing-masing dikelilingi lingkaran putih. Dengan bertambahnya umur hiasan tubuh ikan belida akan hilang dengan sendirinya dan diganti oleh garis-garis kehitaman, sistem reproduksi ikan ini dengan bertelur. Merupakan ikan air tawar yang bersifat predator atau pemangsa dan nokturnal (aktif pada malam hari).

Pada siang hari biasanya bersembunyi diantara vegetasi. Makanannya berupa anak-anak ikan dan udang. Tak jarang mangsanya berukuran lebih besar. Ikan belida jantan bertugas membuat sarang yang dibuatnya dari ranting dan daun, juga menjaga telur dan anak-anaknya. Ikan belida dapat menghirup udara dari atmosfir. Ikan karnivora ini hidup di kedalaman 2-3 meter di tempat-tempat gelap. Saat air sungai meluap, mereka naik ke rawa-rawa untuk kawin dan melepas telurnya di sana.


Taksonomi: Isospondyli, Suku Notopterridae

Habitat: Sungai-sungai besar dan daerah yang sering tergenang banjir. Di daerah dataran rendah tidak lebih dari 30 m dpl.

Penyebaran: Sumatera, pernah ditemukan di Jawa dan Kalimantan.

Populasi: Langka !!!

Regulasi:
Belum dilindungi Undang-Undang (Padahal sudah masuk kondisi kritis kepunahan)

Upaya Konservasi:
Kolam, Aquarium dan Keramba.

Behavior
Malam, ikan ini Nokturnal (aktif di malam hari)

Bisa Dikonsumsi ?
Bisa, tapi mengingat populasinya yang semakin langka sebaiknya jangan. Ikan ini harus bisa dipertahankan sebagai kekayaan hayati perairan Nusantara.

Sumber:http://www.fishyforum.com/

Senin, 12 November 2012

Mengenal Mangga Garifta

Seperti tanaman buah lainnya, mangga juga memiliki banyak varian. Salah satunya adalah mangga haden atawa garifta orange. Manggal asal Amerika Serikat ini sudah ada di Indonesia sejak 70 tahun silam. Setelah melewati proses adaptasi panjang dan seleksi ketat, mangga ini terpilih sebagai salah satu mangga unggul pada 2009. Tidak mengherankan jika mangga ini masuk kategori unggul, sebab mangga jenis ini memiliki produktivitas tinggi. Setiap pohon bisa menghasilkan 135 kilogram (kg) buah dalam setahun.

Seperti diberitakan Kontan, ketika sudah matang warna daging buahnya berwarna oranye, agak berserat, harum, dan berukuran besar."Dan yang pasti rasanya lebih manis," kata Titin, salah seorang pebudidaya mangga haden asal Bintaro, Tangerang Selatan.


alt

Titin fokus pada usaha pembibitan mangga haden di lahan seluas 1 hektar. Dalam sebulan dia bisa menjual rata-rata 100 bibit mangga ini. Bibit mangga haden Titin dibanderolnya dengan harga mulai Rp 250.000 - Rp 300.000 per pohon. Dia pun bisa meraup omzet sebesar Rp 25 juta - Rp 35 juta per bulan.

Menurut Titin, budidaya bibit mangga haden masih menjanjikan sebab pekebun mangga haden belum begitu banyak di Indonesia. Sebagian besar pelangganTitin berasal dari Banda Aceh, Bandarlampung, dan Bali. Mereka dari perusahaan perkebunan dan perorangan.

Konsumen perusahaan biasanya membeli dalam jumlah besar, sedangkan konsumen perorangan membeli sekadar untuk tanaman koleksi.

Sukses berbisnis bibit mangga haden juga dirasakan Deazy Yuni, pemilik Pesona Culture Nursery di Tangerang, Banten. Usaha ini dia tekuni di lahan budidaya seluas 500 meter persegi. “Saya budidayakan dengan sambung tunas atau vegetatif,” ungkapnya kepada Kontan.

Selain di lahan itu, Deazy juga mengambil pasokan bibit mangga haden dari pebudidaya di Jepara dan Majalengka.

Dalam sebulan, dia bisa menjual 300 - 500 bibit. Bibit ini memiliki tinggi sekitar 70 centimeter (cm) hingga 1 meter dan dihargai Rp 75.000 per batang. Dia pun bisa meraup omzet Rp 30 juta per bulan.

Okulasi

Budidaya mangga haden atawa garifta orange dapat dilakukan dengan cara okulasi pada pohon mangga biasa. Menurut Titin, salah seorang pebudidaya mangga haden asal Bintaro, Tangerang Selatan, dalam teknik okulasi ini, batang mangga haden dipotong dan disambungkan dengan bibit mangga biasa.

Panjang batang atau dahan mangga haden yang dipotong sekitar 15 centimeter (cm). Sementara bibit mangga biasa yang akan diokulasi sebaiknya sudah memiliki ketinggian sekitar 50 (cm).

"Semakin tinggi bibit mangga biasa yang diokulasi maka semakin baik, karena waktu proses berbuahnya lebih cepat," ujar Titin.

Pada musim kemarau, bibit yang sedang diokulasi harus disiram air minimal sekali sehari. Agar proses pertumbuhannya cepat, bisa diberikan pupuk kandang.

Proses okulasi antara bibit mangga biasa dengan mangga haden membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan. Setelah kedua pucuk tersambung, bibit tanaman haden siap untuk dipasarkan.

Kedalaman lubang tanam mangga haden antara 15 cm hingga 20 cm. Tanaman mangga ini tumbuh dengan baik di lahan dengan ketinggian 50 meter - 300 meter di atas permukaan laut (dpl).

Deazy Yuni, pemilik Pesona Culture Nursery di Tangerang, Banten mengatakan, jarak tanam ideal mangga haden sekitar 5 meter (m). Selain di tanah, mangga ini juga bisa ditanam dalam pot.

Menurut Deazy, tanaman mangga haden rentan terhadap hama. Makanya, perlu diberikan pupuk khusus untuk daun, tangkai, bunga, dan buah. Namun interval pemberian pupuk harus diperhatikan.

Supaya cepat berbuah, mangga haden harus diberi pupuk KNO3 berwarna merah yang mengandung fosfor. Pemberian bisa dilakukan sejak awal tanam minimal satu kali dalam sebulan. Dengan pupuk perangsang, diharapkan pohon bisa cepat berbunga.

Ketika sudah berbunga berikan pupuk KNO3 berwarna putih dengan kandungan unsur kalium. Pupuk ini membantu pembuahan lebih cepat. Tanpa bantuan pupuk perangsang, mangga haden baru berbuah ketika sudah berusia lima tahun.

Sementara dengan pupuk perangsang, mangga haden sudah bisa berbuah dalam usia dua tahun sejak ditanam.

sumber : http://wartakotalive.com/detil/berita/104564/Ini-Mangga-Amerika-di-Tanah-Indonesia

Rabu, 03 Oktober 2012

Tank Leopard Indonesia

Tank Leopard 2 adalah tank tempur darat yang dikembangkan oleh Krauss-Maffei, sekarang Krauss-Maffei Wegmann  (KMW), Munchen, Jerman. The Leopard 2 adalah penerus tank Leopard 1. Leopard 1 pertama kali diproduksi pada tahun 1963 oleh Krauss-Maffei untuk Departemen Pertahanan Jerman dan  lebih dari 6.000 kendaraan telah diekspor ke Belgia, Denmark, Jerman, Yunani, Italia, Kanada, Belanda,  Norwegia, Turki dan Australia.

Penerus, Leopard 1 Leopard 2, pertama kali diproduksi pada tahun 1979 dan dalam pelayanan dengan tentara  Austria, Kanada, Chile, Denmark, Finlandia, Jerman, Yunani, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Singapura,  Swiss , Swedia, Spanyol dan Turki, dengan lebih dari 3.200 diproduksi.

Pada bulan Juni 2010, KMW meluncurkan generasi pertempuran tangki utama, Leopard 2 A7 +. Tangki telah  berhasil diuji dan berkualitas oleh Angkatan Darat Jerman. Fitur utamanya meliputi kit perlindungan modular,  keberlanjutan ditingkatkan dan peningkatan mobilitas.

Pada bulan Juli 2011, kesepakatan untuk menjual sekitar 200 Leopard 2 A7 + ke Arab Saudi telah disetujui oleh  Federal Jerman Dewan Keamanan.

Tentara Finlandia telah membeli 124 tank dan Tentara Polandia membeli 128 tank 2A4 Leopard digunakan dari  Jerman. Pada bulan Agustus 2005, Yunani memesan untuk 183 Leopard 2A4 dan 150 yang digunakan Leopard 1A5 tank  dari cadangan Angkatan Darat Jerman.



tank leopard indonesia

Pada bulan November 2005, kesepakatan ditandatangani untuk penjualan 298 Tentara Jerman Leopard tank 2A4 ke  Turki.

Pada bulan Maret 2006, Chili menandatangani kontrak untuk akuisisi 140 tank Leopard 2A4 dari Angkatan Darat  Jerman. Yang pertama disampaikan pada bulan Desember 2007.

The Leopard 2A6 termasuk pistol lagi L55, mesin tambahan, perlindungan tambang meningkat dan sistem AC.  Tentara Jerman yang upgrade 225 tank 2A5 menjadi konfigurasi 2A6, yang pertama disampaikan pada Maret 2001.

Kerajaan Belanda Angkatan Darat upgrade 180 tank 2A5 untuk konfigurasi 2A6, yang pertama mulai beroperasi  pada Februari 2003. Pada bulan Maret 2003, AD Yunani memesan 170 Leopard 2 HEL (versi dari 2A6EX). Dalam  semua, 30 sedang dirakit oleh KMW, sisanya oleh ELBO Yunani. Tangki lokal dibangun pertama disampaikan pada  bulan Oktober 2006. The Leopard HEL 2A6 memasuki layanan dengan Angkatan Darat Hellenic pada Mei 2008. Spanyol memesan 219 Leopard 2E (sebuah versi dari 2A6 dengan proteksi lapis baja yang lebih besar), tank  recovery 16 (CREC) dan empat kendaraan pelatihan. 30 pertama dibangun oleh KMW dan sisanya lisensi-dibangun  di Spanyol oleh General Dynamics, Santa Barbara Sistemas (GDSBS). Tangki pertama diserahkan ke AD Spanyol  pada Juni 2004 dan pengiriman menyimpulkan pada tahun 2008.

Varian lain adalah Leopard 2 (S), yang memiliki perintah baru dan sistem kontrol dan sistem pasif baju baru.
120 Leopard 2 (S) telah dikirim ke AD Swedia. Pengiriman menyimpulkan pada Maret 2002.

Pada bulan Desember 2006, ia mengumumkan bahwa Singapura akan membeli 66 Leopard 2A4 diperbaharui tank dari  Angkatan Darat Jerman, ditambah 30 tank tambahan untuk suku cadang. Tank-tank memasuki layanan dengan  Angkatan Darat Singapura pada bulan September 2008.

Pada April 2007, Kanada membeli sampai dengan 100 tank Leopard 2 dari AD Belanda dan menyewa 20 Leopard 2A6M  tank dari tentara Jerman. KMW disampaikan yang pertama dari tank 2A6M disewakan, yang telah ditingkatkan  dengan perlindungan tambang ditingkatkan dan armor serpihan, pada bulan Agustus 2007. Tangki tersebut  dikerahkan ke Afghanistan akhir bulan Agustus 2007. Tentara Belanda mempertahankan armada tank 2A6 110.

Pada bulan Oktober 2007, Portugal membeli 37 Leopard 2A6 tank dari tentara Belanda. Delapan pertama dikirim  pada bulan Oktober 2008 dan pengiriman menyimpulkan pada tahun 2009.Pada bulan Oktober 2010, Kanada angkatan bersenjata mengambil pengiriman pertama dari 20 Leopard 2A4M BISA  tank tempur modern dari KMW. Tank ini dikerahkan di Afghanistan untuk memberikan tingkat perlindungan yang
tinggi dan daya tembak dengan tentara Kanada. Pada Januari 2011, lima dari 20 tank dikirim ke Afghanistan sebagai pengganti Leopard 2 A6M BISA, ditempatkan di sana sejak tahun 2007.  sistem perlindungan untuk keselamatan awak ditingkatkan pada tank Jerman

KMW telah mengembangkan sistem proteksi ranjau untuk Leopard 2, mengikuti definisi konsep yang dibuat oleh sebuah kelompok kerja internasional dari Jerman, Swiss, Belanda, Swedia dan Norwegia, di bawah pimpinan dari  agensi procurement Jerman BWB. Perintah ditempatkan pada bulan September 2003 melibatkan modifikasi 15 2A6  tank Leopard untuk tentara Jerman dan sepuluh Leopard 2A5 (Strv 122) untuk Swedia. Tangki tambang-dilindungi  pertama disampaikan pada bulan Juli 2004.

Kit ini terdiri dari add-on armor elemen termasuk piring baru di bawah lantai tank, sistem penglihatan baru
dan re-penyimpanan pengaturan untuk amunisi. Ujian pada bulan Februari 2004 menunjukkan bahwa, dengan paket baju baru, Leopard 2 awak tank bisa bertahan  peledakan tambang anti-tank di bawah tangki tanpa menderita cedera.

Pembangunan Krauss-Maffei 2 Leopard Wegmann ini

Lambung datang dalam tiga bagian: 1) mengemudi kompartemen di depan 2) bagian pertempuran di pusat dan 3)  mesin di bagian belakang kendaraan.

Kompartemen pengemudi dilengkapi dengan tiga periskop observasi. Ruang di sebelah kiri pengemudi disediakan  untuk penyimpanan amunisi. Sebuah kamera dengan bidang 65 ° horisontal dan vertikal pandang diposisikan di  bagian belakang kendaraan dan monitor televisi memberikan bantuan membalikkan bagi pengemudi.

Menara ini terletak di tengah kendaraan. Ada program peningkatan yang menyediakan generasi ketiga baja
komposit dan penguatan tambahan untuk armor depan dan samping turret, dengan eksternal dipasang add-on modul  armor. Dalam hal penetrasi peluru menembus lapis baja, kapal spall mengurangi jumlah fragmen dan fragmen  kerucut tajam. Spall liner juga menyediakan kebisingan dan isolasi termal. Penguatan ini memberikan  perlindungan terhadap serangan berlapis, peluru energi kinetik dan biaya berbentuk.
Pengendalian kebakaran kemampuan tank tempur utama

Stasiun komandan memiliki periskop independen, PERI-R 17 A2 dari Rheinmetall Pertahanan Elektronik
(sebelumnya STN Atlas Elektronik) dan Zeiss Optronik. PERI-R 17 A2 adalah pemandangan periskop distabilkan  panorama hari / malam observasi dan identifikasi sasaran, yang memberikan pandangan semua bulat dengan  melintasi dari 360 °. Gambar termal dari periskop komandan ditampilkan pada monitor.

A2 PERI-R17 juga dapat digunakan untuk senjata menembak seperti yang bekerja keras ke dalam sistem kontrol  tangki api. Gambar dari pandangan termal penembak juga dapat ditularkan ke-R17 PERI periskop komandan  sehingga komandan dapat beralih gambar video penembak untuk monitor komandan. Hal ini memungkinkan komandan  dan penembak untuk memiliki akses ke bidang yang sama pandang rentang tempur.

Stasiun penembak dilengkapi dengan perbesaran Pertahanan Rheinmetall Electronics EMES 15 ganda stabil
pandangan utama. Pemandangan utama memiliki pengintai laser terpadu dan Zeiss sight Optronik termal, model  WBG-X, yang keduanya dihubungkan ke komputer kontrol tangki api.

Pemandangan termal menggunakan standar US Army modul umum, dengan 120 elemen merkuri kadmium telluride,  CdHgTe (juga dikenal sebagai CMT) infra-merah array detektor yang beroperasi di waveband mikron delapan  sampai 14. Unit detektor infra-merah didinginkan dengan mesin tertutup-siklus Stirling.

Pemandangan ini dilengkapi dengan pengintai laser CE628 dari Zeiss Optronik. Laser adalah Neodinium Itrium  Aluminium Garnet, (Nd: YAG) laser solid state. Pengintai dapat menyediakan hingga tiga nilai rentang dalam empat detik. Data Rentang ditransmisikan ke  computer pengendalian kebakaran dan digunakan untuk menghitung algoritma tembak. Juga, karena pengintai laser diintegrasikan ke dalam penglihatan utama penembak, penembak dapat membaca berbagai pengukuran digital secara  langsung. Jangkauan maksimum dari pengintai laser kurang dari 10.000 m dengan akurasi ke dalam 20m.

Perintah dan prosedur pengendalian kebakaran dikenal sebagai pemilihan gema pertama digunakan untuk laser  range-menemukan untuk anti-helikopter operasi. Senjata utama menggunakan tembakan elektronik untuk mengurangi  waktu reaksi.

Persenjataan utama dan senjata  Leopard 2

Sebuah pistol smoothbore baru, Gun L55 120mm, dikembangkan oleh Rheinmetall Munition Waffe dari Ratingen,

Jerman, untuk menggantikan 120mm lebih pendek L44 tankgun smoothbore pada Leopard 2. Perpanjangan laras  panjang dari panjang kaliber 44 dengan panjang kaliber 55 hasil dalam porsi yang lebih besar dari energi yang  tersedia dalam tong yang diubah menjadi kecepatan proyektil meningkatkan jangkauan dan penetrasi armor.

Meriam smoothbore L55, dilengkapi dengan selongsong termal, ekstraktor asap dan sistem referensi mocong  meriam, kompatible dengan amunisi 120mm saat ini dan amunisi penetrasi tinggi baru.

Sebagai akibat dari persyaratan taktis, Rheinmetall Munition Waffe mengembangkan Amunisi energi kinetik yang  dikenal sebagai LKE 2 DM53. Dengan putaran DM53 pistol L55 dapat menembakkan ke berbagai 5.000 m. Efek dari  proyektil energi kinetik pada target musuh tergantung pada 1) panjang penetrator, masa proyektil dan  kecepatan saat tabrakan dan 2) interaksi antara proyektil dengan target.

Bahan serbuk tungsten berat di dalam sebuah struktur monoblok. The Amunisi energi kinetik yang memiliki
energi lebih tinggi dan moncong pasukan mundur. Terutama ketika menggunakan proyektil DM 53 putaran KE, L55  memungkinkan peningkatan (kira-kira) 30% dalam kinerja dibandingkan dengan sistem konvensional. Misalnya,  kecepatan moncong dapat dicapai lebih dari 1.750 m / s.

Leopard 2 ini dilengkapi dengan sistem navigasi darat dari LITEF perusahaan Bonn, Jerman, yang merupakan anak  perusahaan dari Northrop Grumman (sebelumnya Litton) dari Amerika Serikat. Sistem navigasi hybrid terdiri dari global positioning system (GPS) dan sistem navigasi inersia.
KMW ini MBT Leopard sistem pendukung 2 dan mesin tangki

Sebuah program telah disiapkan untuk menggantikan sistem H-WNA hidrolik ditingkatkan dengan E-WNA yang  merupakan senjata listrik sistem tindak lanjut. Penggantian dengan E-WNA memberikan keuntungan sebagai  berikut: 1) menara tidak memiliki cairan hidrolik bertekanan 2) tingkat kebisingan yang lebih rendah dan  lebih rendah konsumsi daya dan panas 3) meningkatkan keandalan dan pemeliharaan yang lebih rendah dan  persyaratan layanan 4) penghematan dalam biaya operasional dan 5) panjang yang baik sifat penyimpanan jangka.

Kompartemen kru dilengkapi dengan deteksi kebakaran dan ledakan dan sistem penindasan yang telah dilisensi  oleh Ges perusahaan Deugra. bulu Brandschutzsysteme dari Ratingen, Jerman, dari perusahaan Inggris Kidde-

Graviner dari Slough, Berkshire. Sebuah sekat tahan api memisahkan kompartemen berjuang dari kompartemen mesin di bagian belakang kendaraan.

Mesinnya adalah MTU MB 873 mesin diesel, menyediakan 1.100 kW (1.500 shp), dengan gigi HSWL Renk 354 dan  sistem istirahat. Sebuah versi yang disempurnakan dari EuroPowerPack, dengan 1.210 kW (1.650 shp) MTU MT883  mesin, telah diujicobakan pada Leopard 2.

Tahun tahun 2012 ini indonesia mengajukan pembelian 100 tank leopard dari jerman setelah gagal mengajukan pembelian dari belanda dengan alasan indonesia masih tersangkut masalah pelanggaran HAM, 44 tank leopard seberat 60 ton ini tiba di indonesia sebagai bagian pelengkap persenjataan TNI angkatan darat untuk memperkuat sistem pertahanan NKRI pada HUT TNI 5 oktober 2012 ke 67. Jaya dan Kuatlah negeriku.

Sumber           :  http://www.army-technology.com/projects/leopard/
Credit gambar :  www. wikipedia.org